Senin, 24 Desember 2018

PEMBAHASAN DIALOG TAG

DIALOG TAG

*Penggunaan tanda koma di akhir dialog.*
Apa itu dialog tag? *Dialog tag adalah frase yang mengikuti dialog.* Fungsinya menginformasikan si pengucap kepada pembaca. Selain itu, dialog tag di gunakan apabila dialog tersebut isinya tentang pengungkapan sesuatu. *Di awali dengan huruf kecil setelah tanda petik. Dan di tandai dengan : “ujar, kata, pekik, sambung, tukas, ungkap, jawab, tanya, ucap, dan lain sebagainya.”*

👉 *Contoh salah* : “Aku yang membuang kucing itu.” Ungkap Dimas.

👉 *Contoh benar* : “Aku yang membuang kucing itu,” ungkap Zae.

Di mana perbedaannya? Coba perhatikan. *Contoh awal, tanda bacanya adalah (.) yang seharusnya (,).*
Kemudian, huruf awal setelah dialog adalah besar. Padahal, *seharusnya huruf awal setelah dialog adalah kecil.*

*Bagaimana jika Dialog Tag berada di depan dialog?*

Perhatikan contoh berikut ini.

👉 *Contoh salah :* Dave berkata. “Aku ingin memelukmu, Mikha.”
👉 *Contoh benar* Dave berkata, “Aku ingin memelukmu, Mikha.”

👉 *contoh salah* : Tak berlangsung lama, Rika kembali bertanya. "Bisakah kau percepat langkahmu, Fika?"
👉 *contoh benar* : Tak berlangsung lama, Rika kembali bertanya, "Bisakah kau percepat langkahmu, Fika?"

Nah, frase sejenis “Ungkap Dimas" dan “Dave berkata” atau "Rika bertanya" itulah yang disebut sebagai *Dialog Tag.*

–– Apabila dialog tagnya berada di awal seperti contoh Dave atau Rika, maka *setelah kata “Dave berkata” diberi tanda baca koma ( , )*  kemudian memulai dialog dengan HURUF KAPITAL dan di akhiri dengan tanda baca (.) sebelum tanda kutip penutup sebagai tanda baca.

–– Apabila dialog tag berada di akhir seperti contoh Dimas, *maka gunakan tanda baca koma (,) sebelum tanda kutip penutup dalam dialog.*

*Catatan : Ingat. Jika dialog tag berada di belakang, huruf awal setelah dialog adalah huruf kecil* NAMUN SEBALIKNYA, *jika dialog tag berada di depan, maka huruf pembuka dialognya Harus huruf KAPITAL*

❤❤❤❤❤❤❤❤❤

*macam dialog tag*

🍀 Netral:
ujar, ucap, kata, cetus, tutur, ungkap, tandas, tanya, sapa, panggil, pungkas, tegas, ajak, pinta.

🍀 Netral sebagai respons:
sahut, jawab, balas, terang, jelas, sela, tukas, potong

🍀 Ada emosi:
sindir, ejek, hina, cela, kelakar, canda

🍀 Emosi bernada tinggi:
teriak, jerit, raung, seru, sergah, murka

🍀 Emosi bernada rendah:
bisik, gumam, lirih

Dan masih banyak macam dialog tag lain yg bisa kalian temukan.

_*Sekian dan Terima Kasih*_

Meylinda Ratna
Follow on wattpad @callmemey_
                                  @otakkardus

Sabtu, 22 Desember 2018

PUISI

PUISI



Bentuk dari karya sastra
Puisi (dari bahasa Yunani kunoποιέω/ποιῶ(poiéo/poió) = I create) adalah sebuah senitertulis. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter, dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tetapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu, puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zig zag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulisuntuk menunjukkan pemikirannya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca, hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tetapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru.
Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri, yaitu 'pemadatan kata'. Kebanyakan penyair aktif sekarang, baik pemula ataupun bukan, lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.
Di dalam puisi juga biasa disisipkan majasyang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga bermacam-macam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.
Puisi adalah suatu bentuk dalam karya sastra yang berasal dari hasil suatu perasaan yang di ungkapankan oleh penyair dengan bahasa yang  menggunakan irama, rima, bait dan penyusunan lirik yang berisi makna.

Puisi Baru

Puisi terbagi menjadi dua jenis, Pengertian Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan yang memiliki bentuk lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal seperti rima, baris, bait, diksi dan sebagainya.

Ciri-Ciri Puisi Baru

1. Bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
2. Memiliki sajak yang teratur.
3. Lebih menggunakan sajak syair, atau pola pantun.
4. Umumnya berbentuk empat seuntai.
Kesimpulannya : puisi baru itu lebih bebas

Puisi Lama

Pengertian puisi lama adalah jenis puisi yang masih terikat erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti:

1.Jumlah kata yang terdapat pada satu baris.
2.Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait.
3.Sajak atau rima.
4.Banyaknya suku kata.
5.Penggunaan irama.

SASTRA

SASTRA



Karya tertulis dari sebuah seni
Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās-yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.