Puisi Akrostik adalah sajak atau puisi yang huruf awal dari setiap baris menyusun sebuah kata atau kalimat secara vertikal dari atas ke bawah.
Puisi akrostik ini adalah salah satu yang bisa membuat penulis pemula tuk berkarya terus menjabarkan dan mendeskripsikan sesutu hal, agar menjadi sebuah gagasan.
Puisi akrostik biasanya membicarakan apa yang menjadi susunan huruf yang membentuk sebuah kaliamat di awal baris ( JUDUL ).
Dan puisi akrostik juga bisa ditulis diakhir kalimat sebagai bentuk kata kunci puisi itu sendiri.
Serta puisi akrostik juga bisa ditulis di akhir kalimat ( Judul ).
1. Puisi akrostik di awal kalimat yang menjadi struktuknya
'Pria Hipokritis'
Oleh : Rey
Oleh : Rey
Padika-padika rindu tak lagi dipuja
Rucita cahaya urung membentang cakrawala
Ialah kau pria palapa durjana
Aksaramu kian mendewanakan raga
Rucita cahaya urung membentang cakrawala
Ialah kau pria palapa durjana
Aksaramu kian mendewanakan raga
Harsa dan asa pun kian meniada
Iringi tangisku yang semakin membuatmu anarkis
Perlahan atmaku tak lagi bertuan
Odeku pun hilang tanpa ampunan
Kau, terlihat afsun namun hipokritis
Ragamu pun semakin apatis
Isak tangis nabastala memotret setumpuk luka
Terompet perpisahan terpatri dalam jiwa-raga
Indurasmi turut berlarian tanpa mega
Semoga, asmaraloka tak lagi menghamba padamu yang kudamba
Iringi tangisku yang semakin membuatmu anarkis
Perlahan atmaku tak lagi bertuan
Odeku pun hilang tanpa ampunan
Kau, terlihat afsun namun hipokritis
Ragamu pun semakin apatis
Isak tangis nabastala memotret setumpuk luka
Terompet perpisahan terpatri dalam jiwa-raga
Indurasmi turut berlarian tanpa mega
Semoga, asmaraloka tak lagi menghamba padamu yang kudamba
***
2. Akrostik di akhir kalimat yang menjadi strukturnya pemicunya
'Rasaku'
Di kaki langit itu kita berikraR
Atas asaku yang menghambA
Atas rindu yang kian meluaS
Mengikat akad tentang sakralnya rasA
Ayat-ayat suci mahkota pun membentuK
Pada kiblatku yang berakhir di ufuk baratmU
Atas asaku yang menghambA
Atas rindu yang kian meluaS
Mengikat akad tentang sakralnya rasA
Ayat-ayat suci mahkota pun membentuK
Pada kiblatku yang berakhir di ufuk baratmU
3. Akrostik kalimat di akhir judul yang menjadi struktur pemicunya
'Kenangan Luka'
Luka merobek hati menjadi duka
Untukmu yang kusebut Tuan aksara
Kulempar pandang melangitkan namamu dalam doa
Adalah aku, sang perindu luka sedalam telaga
Untukmu yang kusebut Tuan aksara
Kulempar pandang melangitkan namamu dalam doa
Adalah aku, sang perindu luka sedalam telaga
Reyka Yunita
Lampung, 11 Oktober 2018
Lampung, 11 Oktober 2018
Follow on wattpad : @Rekayunita
: @otakkardus
: @otakkardus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar